ng

ad

on Leave a Comment

50 Tahun Solat Subuh Dengan Wudhu Solat Isyak

MEMANG dia tidak begitu terkenal di kalangan khalayak umum, akan tetapi kerana kepakaran ilmunya dia terkenal di kalangan intelektual dan para cendekia.

Nama Lengkapnya

Nama beliau adalah Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A'id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani, panggilannya adalah abu muhammad al-madani beliau adalah salah satu pembesar para tabi'in.

Lahir dan wafatnya

Said bin Al-Musayyib dilahirkan dua tahun setelah berlalunya khilafah Umar bin Khattab. Sedangkan wafatnya, dari Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, dia berkata, "Said bin Al-Musayyib meninggal dunia di Madinah pada tahun 94 Hijriah pada masa pemerintahan khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Pada saat meninggal dunia, dia berumur 75 tahun. Tahun dimasa said meninggal dunia disebut sebagai sanah al-fuqaha '(tahun bagi ulama' fiqh) kerana pada masa itu banyak ahli fikih yang meninggal dunia. "


ilmu Pengetahuannya

Said bin Musayyib adalah tokoh yang terkemuka di Madinah pada masanya dan yang sangat dihormati dalam bidang fatwa. Ada yang mengatakan bahawa dia adalah imam para ulama 'fiqh.

Abu Talib berkata, "Aku penah bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal," Siapakah said bin Al-Musayyib? "Dia menjawab," Siapa yang menandingi said bin Al-Musayyib? Dia adalah orang yang boleh dipercayai dan termasuk orang yang soleh.

Aku bertanya lagi, "Apakah riwayat Said dari Umar bin Khattab boleh dijadikan hujjah? "Dia menjawab," Dia adalah hujjah bagi kita, dia pernah melihat Umar bin Al-Khattab dan banyak mendengar hadis darinya. Kalaulah riwayat Said dari Umar tidak diterima, siapa lagi yang boleh diterima? "

Dari malik dia berkata, "sesungguhnya Al-Qosim bin Muhammad pernah ditanya seseorang mengenai suatu permasalahan, lalu dia berkata," Adakah anda telah bertanya pada orang selainku? "Orang itu menjawab," Ya, sudah, aku bertanya kepada Urwah dan Said bin Al-Musayyib, "Lalu dia berkata," Ikutilah pendapat Said bin Al-Musayyib kerana dialah guru dan pembesar kami. "

Dari Abu Ali bin Al-Husain, dia berkata, "Said bin Al-Musayyib adalah orang yang paling luas wawasan ilmunya tentang hadis-hadis dan perkataan para sahabat di samping itu dia juga orang yang paling mumpuni pendapatnya."

Ibadahnya

Dari Utsman bin Hukaim, dia berkata, "Aku pernah mendengar Said bin Musayyib berkata," Selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan azan, pasti aku sudah berada di dalam masjid.

Dari Abdul Mu'in bin Idris dari ayahnya, ia berkata, "Selama 50 tahun Said bin Musayyib melaksanakan solat subuh dengan wudhu 'solat isya'. Said bin Al-Musayyib berkata, "Aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam solat selama lima tahun (solat diawal waktu). Aku juga tidak pernah melihat punggung para jama'ah, kerana aku selalu berada di barisan terdepan selama lima tahun itu.

Ia menunaikan haji kira-kira 40 tahun ia tidak pernah terlambat dari takbir pertama di masjid Rasul. Tak pernah diketahui darinya bahawa ia melihat tengkuk seseorang dalam solat sejak itu selama-lamanya, kerana ia sentiasa berada di saf pertama. Ia dalam kelapangan rizki, sehingga boleh berkahwin dengan wanita Quraisy mana-mana yang ia kehendaki. Namun, ia lebih memilih putri Abu Hurairah, kerana kedudukannya di sisi Rasulullah, keluasan riwayatnya dan keinginannya begitu besar dalam mengambil hadis.

Sanjungan ulama 'mengenai beliau

Said bin Al-Musayyib adalah ulama 'yang sudah terkenal dengan kefaqihannya, maka banyak komen-komen para ulama' menganai beliau diantaranya:

Adalah Sa'id bin Musayyib termasuk salah satu Al-Fuqahaa'u Sab'ah di Madinah (sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim), mereka itu adalah:

Sa'id bin Al-Musayyab,
'Urwah bin Az-Zubair,
Al-Qasim bin Muhammad,
Kharijah bin Zaid,
Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hasyim,
Sulaiman bin Yasaar,
'Ubaidllah bin Abdullash bin' Utbah bin Mas'ud [1]

Qatadah berkata: Saya tidak mencari seseorang yang lebih pandai dalam masalah halal dan haram dari Sa'id bin Musayyib.

Sulaiman bin Musa berkata: Said bin Musayyib adalah salah satu tabi'in yang terfaqih.

Ali bin Al-Madani berkata: "Aku tidak mendapati para tabi'in yang lebih luas wawasannya dari Said bin Al-Musayyib. Saya rasa, dia adalah tabi'in yang paling terhormat dan mulia.

Berkata Utsman Al-Harits: Saya mendengan Ahmad bin hanbal berkata: seutama-utama tabi; in adalah Said bin Al-Musayyib, kemudian salah seseorang berkata bagaimana dengan Alqomah dan aswad? Kemudian dijawab: Said bin Al-Musayyib dan Alqomah dan Aswad.

Berkata Abi ibnu al-madini: "Saya tidak mengetahui diantara para tabi'in yang lebih luas ilmunya daripada Said bin Al-Musayyib."

Ahmad bin Abdullah al-'ajali berkata: "Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang soleh, ahli fiqh dan tidak mahu mengambil begitu saja suatu pemberian (hadiah). Dia pernah mempunyai barang perniagaan bernilai 400 dinar, dengan jumlah itu ia berdagang minyak. Dia adalah seorang yang buta sebelah matanya. [2]

Kewibawaan dan perjuangannya membela kebenaran

Dari Imran bin Abdullah, dia berkata, "Said mempunyai hak atas harta yang ada di baitul mal sebanyak tiga puluhan ribu. Dia diundang untuk mengambilnya, akan tetapi dia menolaknya. Dia berkata, "Aku tidak memerlukannya, hingga Allah berkenan memberikan keputusan yang adil antara aku dan Bani Marwan.

Dari Ali bin Zaid berkata, "Seseorang pernah berkata kepada said bin al-Musayyib, 'Apa pendapat anda tentang Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi yang tidak pernah mengutus seseorang kepada anda dan tidak pula menyakiti anda?'. Said menjawab, 'Demi Allah, hanya saja dia pernah masuk masjid dengan ayahnya, kemudian melakukan solat yang tidak sempurna ruku' dan sujudnya. Lalu, aku segera mengambil segenggam kerikil dan aku lemparkan kepadanya dan Al-Hajjaj pun berkata, 'Aku merasa telah melakukan solat dengan baik'. "

Ibnu saat dalam kitab ath-Thabaqot dari Malik bin Anas mengtakan, "Pada masa Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai khalifah, dia tidak pernah memutuskan suatu perkara kecuali setelah meminta pendapat dan bermesyuarat dengan Said bin Al-Musayyib.

Pada suatu ketika, khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus pengawalnya untuk menanyakan suatu permasalahan. Kemudian, penglawal tersebut mengundang beliau dan mengjaknya datang ke istana, setelah said datang, umar bin abdul aziz buru-buru berkata. "Utusanku telah melakukan kesalahan, aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang suatu permasalahan di majelismu."

Dari Salamah bin Miskin, dia berkata, "Imran bin Abdullah telah memberitahu kepada kami, dia berkata," Aku melihat Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang lebih ringan untuk berjuang di jalan Allah daripada seekor lalat. "

Guru-gurunya

Ubai bin Ka'ab, Anas bin Malik, Barra 'bin' Azib, Bashrah bin Aktsam Al-Anshori, Bilal budaknya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jabir bin Abdillah, Jubair bin Muth'im, Hasan bin Thabit, Hakim bin Hazam, Zaid bin Thabit, Zaid bin Khalid Al-Juhni, sarakah bin Malik Binji'syim, Saat bin Ubadah, Saat bin Abi Waqqas, Shofwan bin Umayah, Suhaib bin Sinan, Dhohhak bin Sufyan, Amir bin Abi Umayah, Amir bin Saad bin Abi Waqqos, Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Mazini, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Amru bin 'Ash, Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, Utab bin Usaid, Utsman bin Abi Ash, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib , Umar bin Khattab, Musayyib bin Hazn (Bapanya), Muawiyyah bin Abi Sufyan, Makmar bin Abdullah bin Nadhlah, Nafi ', ​​Abu Bakar As-Siddiq, Abi Tsa'labah Al-Husni, Abu Darda', Abu Dzar Al-Gifari, Abu Said Al-Hudri, Abu Qatadah Al-Anshori, Abi Musa Al-Asy'ari, Abi Hurairah,

Di samping itu juga beliau berguru kepada isteri nabi. Seperti Aisyah, dan Ummu Salamah, dan lain-lain.

Murid-muridnya

Sedangkan murid-muridnya adalah Idris bin Shobih Al-Nicolas, Usamah bin Zaid Al-LAISI, Ismail bin Umayah, Basir bin Muharrar, Bakir bin Abdullah bin Asyja ', Al-Harits bin Abdurrahman bin Abi Dabab, Hasan bin' Athiah, Al- Hudrami bin Lahiq, Kholad bin Abdirrahman Ash-Shn'ani, Dawud bin 'Asim bin Urwah bin Mas'ud Asy-Syaqofi, Dawud bin Abi Hind, Zaid bin Aslam, Zaid Al-Bashari, Abdulwahid bin Zaid, Salim bin Abdullah bin Umar , Saad bin Ibrahim, Said bin Khalid bin Abdullah bin Qorid Al-Qoridho, Said bin Yazid Al-Bashori, Syarik bin Abdullah bin Damar, Sholeh bin Abi Hasan Al-Madani, Shofwan bin Salim, Thoriq bin Abdurrahman, Thalak bin Habib, Abu Zanad Abdullah bin dakwan, Abdullah bin Qosim At-Taimi, Abdullah bin Muhammad bin Uqail, Abdullah bin Qoyyis At-Tajibi. Dan masih banyak lagi murid-muridnya yang lain yang tidak disebutkan di sini.

Beberapa Hadits yang Diriwayatkan Sai'd bin Musayyib

Sa'id bin Musayyib meriwayatkan hadis-hadis secara mursal dari Rasulullah, di antaranya;

- Dari Sa'id bin Musayyib, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw besarbda:

(( ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ: مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ ))

"Tiga perkara, jika tedapat dalam diri seseorang maka dia layak disebut sebagai seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); Jika berkata berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. "[3]

"Tiga perkara, jika tedapat dalam diri seseorang maka dia layak disebut sebagai seorang munafik (walaupun melaksanakan siyam dan solat dan mengklauim dirinya Muslim); Jika berkata berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. "[3]

- Dari Sa'id bin Musayyib bin Hazn, bahawa datuknya (Hazn) mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, lalu Nabi bertanya kepadanya, "Siapa namamu?", Dia menjawab, "Hazn (sedih)." Nabi berkata, "Bagaimana jika namamu diubah dengan Sahl (mudah)? ". Hazn berkata, "Saya tidak menukar nama yang telah diberikan oleh kedua-dua orang tua saya, sehingga akupun dikenali di kalangan masyarakat dengan sebutan nama tersebut." Sa'id bin Musayyib berkata, "Oleh itu sampai masa kami, keluarga kami dikenali oleh Ahlul Bait dengan sebutan al-Hazunah (keturunan Hazn). "[4]

[1] (Tarikh at-Tasyri 'al-Islami, Manna'ul Qaththan, hlm, 294, Maktabah Wahbah)

[2]. tahdzib al-kamal 11/74.

[3] - HR. Ahmad (3 / no. 9169), Muslim (105) dan Imam al-Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang berbeza dalam al-Iman (33).

[4] - HR. Ahmad (9 /, no. 23734), al-Bukhari dalam Adab Mufrad no. 6190 dan al-Baihaqi (9/307).

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2t1HnD3
on Leave a Comment

Makan Daging Babi Kerana Tak Tahu, Apa Hukumnya?

Mungkin sebahagian dari kita masih tidak tahu akan ciri-ciri makanan yang diharamkan oleh Allah, ataupun warung makanan yang kita makan tidak jujur ​​akan masakan yang dia masak. sehingga kita secara tidak sengaja memakan makanan yang diharamkan, contohnya adalah daging babi. bagaimana agama menyikapi hal tersebut berikut penjelasannya yang dikutip dari Muslim.or.id

Allah maafkan kesalahan yang dilakukan kerana jahil. lupa dan tidak sengaja

Allah Ta'ala Maha Bijaksana dan disucikan dari kezaliman. Diantara kebijaksanaan Allah adalah Dia tidak menghukum kesalahan yang dilakukan kerana tidak tahu, lupa atau tidak sengaja. Ia berfirman:


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah" "(QS. Al Baqarah: 286).


Dan doa orang-orang beriman ini telah dijawab oleh Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya:

فأنزلَ اللَّهُ تعالى: لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا قالَ: قَد فعلتُ

"Allah menurunkan ayat 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah ', lalu Allah berfirman:' telah aku kabulkan '" (HR. Muslim no. 126).

Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam juga bersabda:


إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

"Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah kerana tidak sengaja, atau kerana lupa, atau kerana dipaksa" (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Maka perbuatan yang hukumnya haram ketika dilakukan kerana murni tidak tahu, murni tidak sengaja atau murni lupa tidak terhitung sebagai dosa di sisi Allah. Maka untuk hal tersebut ia tidak dituntut untuk bertaubat, kerana tuntutan bertaubat itu berkaitan dengan dosa.

Makan daging babi kerana tidak tahu

Daging babi sudah jelas keharamannya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS. Al Baqarah: 173).

Namun jika makan daging babi kerana sebab tertentu yang dibenarkan oleh syariat atau dimaafkan oleh syariat maka tidak ada dosa bagi pemakannya. Oleh kerana itu lanjutan ayat ini:

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang "(QS. Al Baqarah: 173).

Dalam keadaan darurat semisal sangat lapar dan tidak ada makanan lain selain daging babi, maka ketika itu syariat membenarkan dengan syarat tidak boleh berlebihan sekadar dapat mencegahnya dari kematian. Dan dalam ayat ini dikatakan 'tidak ada dosa baginya'. Demikian juga jika makan daging babi kerana sebab yang dimaafkan oleh syariat iaitu kerana tidak tahu, tidak sengaja atau lupa.

Dalam ayat ini juga Allah tidak menuntut pemakan daging bagi kerana kecemasan itu untuk bertaubat, padahal daging babi masuk ke perutnya, namun itu kerana sebab yang dimaafkan dan dibenarkan oleh syariat. Bahkan Allah tegaskan dengan dua penegasan: 'tidak ada dosa baginya' dan 'Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'.

Para pembaca Islampos yang dirahmati oleh Allah SWT,

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2u3MvX6
on Leave a Comment

Kaum Yang Mencari Makan Dengan Lidah Mereka

Image result for sungai nil

PEMBOHONGAN akhir-akhir ini bila kita renungi adalah sesuatu yang tidak boleh lepas dari kehidupan sehari-hari. Tanpa kita sedari, kadang-kadang tak satu hari pun kita lewati tanpa kebohongan kecil kepada suami, isteri, anak dan orang tua kita di dalamnya.

Mungkin tidak semua dari kita yang berlaku demikian-hal ini patut kita syukuri bersama, namun apabila kita terlanjur terbiasa berbohong, hendaknya kita segera bertaubat dan berusaha dengan keras untuk menghilangkan tabiat buruk ini. Caranya adalah dengan senantiasa berdzikir dan beristighfar di sela-sela waktu kosong kita. Kerana tabiat berbohong ini apabila dibiarkan, dikhuatiri akan memudahkan kita untuk dapat berbohong dengan skala yang lebih besar. Apalagi jika profesi kita bergantung kepada kemampuan berbicara.

Mencari rezeki atau memperoleh dunia dengan cara yang sesuai dengan syariat bukanlah perbuatan aib. Contohnya, mencari kehidupan dengan mengajar, memberi penjelasan kepada orang lain, atau berhujjah, seperti profesi seorang peguam, guru, dan yang lainnya yang memang bergantung kepada kemampuan berbicara.

Walau bagaimanapun, apabila seseorang mencari makan dengan lisannya, baik dengan cara menjilat orang lain, bersumpah palsu dalam jual-beli atau pun berbohong, maka perbuatannya itu sungguh tercela.

Suatu ketika, Umar ibn Sa'ad ibn Abi Waqqash punya keperluan dengan ayahnya, Sa'ad ibn Abi Waqqash. Ia lalu menyampaikannya kepada sang ayah melalui syair-syair berisi pujian dan sanjungan yang biasa disampaikan orang untuk meraih apa yang mereka inginkan. Sa'ad ibn Abi Waqqash belum pernah mendengar syair-syair seperti itu. Oleh itu, apabila anakanya itu selesai bicara, Saad bertanya, "Anakku, apa bicaramu sudah selesai?" Umar menjawab, "Ya, sudah."

Sa'ad pun berkata, "Engkau tidak terlalu jauh dengan apa yang engkau perlukan. Aku sendiri tidak lebih zuhud darimu sejak aku mendengar apa yang engkau ucapkan tadi. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Kelak akan ada satu kaum yang mencari makan dengan lidah mereka, sebagaimana lembu makan dari tanah', "(HR Ahmad. Syaikh al-Arna 'uth menilai riwayat ini hasan.)

Abdullah ibn Amr meriwayatkan, bahawa Rasulullah SAW bersabda,
"Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah diangkatnya orang-orang jahat, disingkirkannya orang baik, kata-kata kotor mulai banyak diucapkan, amal dibagus-baguskan, dan kejelekan tersebar luas."
Abdullah ibn Amr lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apa yang dimaksud dengan kejelekan?" Beliau menjawab, "Semua yang ditulis kecuali Al-Quran." (HR. Ath-Thabrani. Menurut al-Haitsamani dalam Majma 'az-Zawa'id, bahawa para penyampai riwayat ini adalah perawi hadith sahih.) []

Sumber: Kimat Sudah Dekat? / Dr. Muhammad al-'Areifi / Penerbit: Qisthi Press / 2011


from Detik Islam http://ift.tt/2sWBNgn
on Leave a Comment

Isi Surat Umar Bin Khattab Untuk Sungai Nil

Image result for sungai nil

KISAH ini bermula pada masa awal Islam berjaya menaklukan Mesir. Umar bin Khatab yang ketika itu menjadi pemimpin Islam kemudian melantik Sayyidina Amr bin Al-Ash ra sebagai Gabenor. Apabila sudah menjalani kepemimpinannya, penduduk Mesir datang untuk menemui sang guburnur baru.

Mereka menyampaikan bahawa kala itu sudah memasuki bulan yang dianggap suci oleh penduduk Mesir. Mereka lantas mendedahkan kebiasaan suci yang selalu dilakukan ketika memasuki bulan ini. Jika tidak dilakukan, penduduk percaya bahawa Sungai Nil tidak akan dialiri air. 'Amr bin' Ash berkata: "Apa tradisi itu?"

Tradisi tersebut adalah mencari anak gadis untuk dilemparkan ke Sungai Nil sebagai tumbal. Namun, ini hanya dilakukan kepada orang tua yang redha anak perempuannya dijadikan tumbal agar sungai Nil kembali meluap. Namun hal ini tidak diluluskan oleh Amr bin 'Ash. Baginya perbuatan itu dilarang oleh Islam dan Islam melenyapkan ajaran buruk sebelumnya.

Penduduk kemudian mengikuti apa yang diperintahkan sang Gubernur. Namun kebimbangan penduduk akhirnya terjadi. Sungai Nil yang tadinya penuh dengan air sedikit demi sedikit mulai surut dan nyaris menyusut. Pada akhirnya, sungai yang terbentang di Afrika tersebut nyaris tanpa aliran. Akibatnya, keadaan ini menjadi ancaman kepada ekonomi negara tersebut. Kerana, selama tiga bulan Sungai Nil tanpa air.

Penduduk Mesir mula resah dan bercadang untuk pindah. Melihat keadaan ini, Amr bin 'Ash menghantar surat untuk pemimpin tertinggi, Umar bin Khatab. Ia menerangkan tentang keadaan yang dialami masyarakat Mesir, serta kebiasaan suci yang menjadi rutin tahunan dimasa lalu tersebut.

Kemudian 'Umar bin Khattab menulis surat kepada' Amr bin Ash yang di dalamnya ada nota kecil. Dalam surat 'Umar menulis: "penghadang benar. Islam memang menghapuskan kebiasaan buruk sebelumnya. Sesungguhnya saya telah menghantar kepadamu dalam suratku nota kecil maka lemparlah nota kecil itu ke sungai Nil. "

Setelah membaca surat dari Umar, Amr bin ash kemudian penasaran dengan isi surat yang akan dilemparkan ke dalam sungai Nil. Ia kemudian membuka surat tersebut dan berisi sebagai berikut:

"Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab untuk Nil penduduk Mesir. Amma ba'du. Jika engkau mengalir kerana kemahuanmu, janganlah engkau mengalir. Tetapi bila engkau mengalir kerana diperintah oleh Allah, maka aku meminta kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa agar menjadikanmu mengalir. "

Amru bin 'Ash kemudian melempar kertas tersebut ke dalam Sungai Nil yang sudah kering. Sementara penduduk Mesir tengah bersiap untuk hijrah kerana sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka tidak lagi mengalirkan air.

Setelah surat Umar dilempar, keesokan harinya, di pagi hari di hari raya Nasrani, air Sungai Nil telah mengalir dengan ketinggian 7 meter lebih hanya dalam masa satu malam.

Sungai Nil kemudian terus melimpah dan tidak pernah surut hingga sekarang. Satu perkara yang pasti, tradisi menjadikan anak gadis sebagai tumbal juga hilang sejak Islam masuk ke negeri tersebut.

Semoga maklumat ini memberi pengetahuan baru tentang dunia Keislaman dan semakin menambah Iman. Terima kasih kerna membaca.

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2svyihw
on Leave a Comment

Selama 65 Tahun, Abdullah Al Asiri Yang Cacat Selalu Solat Berjemaah Di Masjid

Image result for Abdullah Al Asiri

DI SEBUAH desa kecil terpencil di Arab Saudi, setiap hari seorang lelaki tua lumpuh merangkak ke masjid. Lelaki itu bernama Abdullah Al Asiri.

Sejak masih kecil, Abdullah Al Asiri tidak pernah melewatkan solat berjemaah dan berkeras melakukannya di masjid walaupun keadaannya seperti itu.

Asiri lahir cacat, termasuk orang tua, tiga saudara dan empat saudarinya.

Setiap hari Asiri merangkak ke dan dari masjid di kampungnya, di selatan Alaziza, lima kali sehari selama hampir 65 tahun. Ia menembusi panas gurun musim panas, dan cuaca sejuk di musim sejuk yang menusuk.

Anak saudaranya Abdul Aziz berkata ia sangat terinspirasi dari bapa saudaranya untuk "ketekunan, tekad dan kekuatan" -nya. Ia pun membuatkan filem tentang bapa saudaranya itu yang dimuat naik ke youtube.

Dia mengatakan filem yang dibuat dalam bahasa Arab Sabq, setakat ini telah dilihat oleh sekurang-kurangnya 600,000 orang.

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2srfosp
on Leave a Comment

Krisis Di Zaman Umar Bin Khattab

Image result for padang pasir

UMAT Islam ternyata sejak dari dulu memang sudah tidak asing dengan krisis ekonomi. Sekurang-kurangnya, sejak zaman Rasulullah, ada dua krisis ekonomi besar yang pernah dicatat oleh buku sejarah Islam.

Pertama, ketika umat Islam diboikot oleh kaum Yahudi dalam masa awal penyebaran Islam. Yang kedua, pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Apa penyebabnya dan bagaimana Khalifah Umar bin Khattab mengentaskannya?

Krisis itu berlaku tepatnya pada tahun 18 Hijriah. Peristiwa besar ini kemudian disebut "Krisis Tahun Ramadah". Pada masa itu di daerah-daerah terjadi kekeringan yang mengakibatkan banyak orang dan binatang yang mati. Orang-orang pun banyak yang menggali lubang tikus untuk mengeluarkan apa yang ada di dalmnya-saking langkanya makanan.

Khalifah Umar yang berkulit putih, saat itu kelihatan hitam. Ia pun berdoa: "Ya Allah, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad pada tanganku dan di dalam kepemimpinanku."

Beliau juga berkata kepada rakyatnya: "Sesungguhnya bencana disebabkan banyaknya perzinaan, dan kemarau panjang disebabkan para hakim yang buruk dan para pemimpin yang zalim ... Carilah redha Tuhan kalian dan bertaubatlah kamu serta berbuatlah kebaikan."


Tidak lama kemudian berbagai krisis tersebut segera diatasi. Saking sejahteranya, tiap bayi yang lahir pada tahun kesatu, mendapat insentif 100 dirham (1 dirham perak kini sekitar Rp. 30 ribu, tahun ke-2 mednapatkan 200 dirham, dan seterusnya. Gaji guru pun per bulan mencapai 15 dinar (1 dinar emas kini sekitar Rp 1.5 juta).

Pada tahun 20 hijriah, khalifah Umar juga mencetak mata wang dirham perak dengan ornamen Islami. Ia mencantuman kalimah thayibah, setelah sblmnya umat Islam menggunakan dirham dari Parsi yang di dalamnya terdapat gambar raja-raja Parsi.

Adapun mencetak dinar emas berornamen Islami dikuatkuasakan pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 75 hijrah.

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2socOTX
on Leave a Comment

Inilah Manfaatnya Pelihara Janggut

Image result for janggut

Janggut adalah sejenis rambut yang berada di bawah dagu, yang memang untuk sebahagian orang dianggap sebagai tanda lanjut usia, Namun tahukah anda sangat banyak sekali manfaat dari mempelihara janggut yang merupakan salah satu Sunnah Nabi.

Berikut ini adalah salah satu hadis mengenai keutamaan memelihara janggut bagi kaum muslim seperti dikutip dari Majalah Ummi:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

"Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot." (HR. Muslim no. 623)

Ppakah manfaat di sebalik memelihara janggut bagi kaum lelaki? Berikut ini 6 hikmah memelihara janggut:

1. Mengurangkan ruam akibat mencukur

Masalah yang biasa dialami seorang lelaki adalah ruam yang diakibatkan dari mencukur atau disebut folikulitis barbae. Keadaan ini akan membuat kulit sering gatal kerana ada bakteria staphylococcus aureus yang menjangkiti kulit. Ruam terjadi akibat bulu janggut yang baru tumbuh dicukur sehingga membentuk benjolan yang tumbuh ke dalam dan meradang. Dengan memelihara janggut, masalah ruam ini dapat dielakkan.

2. Kurangkan risiko kanser kulit anda

Seperti kita ketahui, kesan jika terkena sinar UV secara berlebihan boleh mengakibatkan kanser khususnya kanser kulit. Sebuah kajian terbaru yang dilakukan di Universiti Australia of Southern Queensland mengungkap manfaat janggut pada lelaki. Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Radiation Protection dosimetri ini mencatat, janggut boleh mencegah kanser kulit kerana dapat melindungi kulit daripada pendedahan kepada matahari antara 90 hingga 95 peratus.

3. Melambatkan kedutan

Pendedahan langsung kepada cahaya matahari adalah punca utama penuaan dan kerosakan kulit sehingga masuk akal bahawa jika wajah yang ditutupi oleh janggut boleh melambatkan penuaan dan timbulnya keriput. Ini bermakna lebih sedikit kedutan dan pengurangan bintik-bintik penuaan (liver spots) yang biasa ditemui pada wajah.

4. Mencegah jerawat

Mencukur boleh memburukkan lagi keadaan kulit orang yang berjerawat. Terutama jika sudah mempunyai jerawat teruk yang meninggalkan bekas luka. Jerawat terjadi apabila folikel kecil di dekat permukaan kulit tersumbat. Inilah yang membuat kemunculan bintik hitam. Dan keadaan umum ini boleh diburukkan lagi dengan mencukur.

5. Membantu mengurangkan gejala alergi dan asma

Janggut boleh membantu menapis zarah - zarah kecil ketika kita menghirup nafas. Janggut juga mampu menghalagi hawa dingin yang akan masuk ke hidung. Selain itu, dapat juga menghangatkan bahagian dagu dan leher.

6. Memberikan kesan maskulin

Beberapa fakta mendedahkan bahawa ternyata kewujudan janggut mampu memberikan kesan lebih maskulin, mandiri, dan matang atau dewasa berbanding dengan wajah laki-laki yang dicukur bersih. Sebuah kajian yang dilakukan oleh Doktor Freedman dalam bidang psikologi sosial menunjukkan bahawa kehadiran janggut di wajah lelaki itu membuatnya lebih menarik secara seksual bagi perempuan.

Para pembaca Islampos yang dirahmati Allah, mudah-mudahan para ikhwan sekalian dapat mengikuti salah satu Sunnah Nabi yakni memelihara janggut yang cukup banyak manfaat memelihara janggut bagi kaum ikhwan, Semoga semakin memantapkan kaum muslim untuk mengikuti anjuran memelihara janggut. Aamiin Allahumma aamiin.

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2sksIyN
on Leave a Comment

Abu Hurairah, Sahabat Nabi Dengan Ingatan Yang Luar Biasa

Image result for padang pasir

ABU Hurairah adalah salah satu sahabat Nabi yang masuk Islam sesudah masa hijrah. Kecintaannya pada kebenaran telah membawanya kepada Islam setelah perang Khaibar, pada tahun 7 Hijrah sehingga menuntunya untuk bersahadat dihadapan Nabi Muhammad SAW.

Abu Hurairah berjumpa dengan Rasulullah hanya dalam kurun waktu yang cukup singkat. Selama empat tahun. Namun empat tahun ini tidak disia-siakan. Ia pergunakan masa tersebut untuk menjadi pelayan Rasulullah SAW dan dengan setia mengikuti kemana sahaja Rasulullah pergi.

Abu Hurairah tak pernah absen dari majlis yang Rasulullah laksanakan. Abu Hurairah tidak hanya belajar langsung dari sumbernya, namun juga merakam kata demi kata yang terucap dari mulut Nabi SAW. Ia juga menyimpan setiap momen persoalan yang Rasulullah selesaikan. Dimana nantinya akan berguna jika terjadi permasalahan yang sama.

Sebenarnya ada satu keistimewaan yang dimiliki oleh Abu Hurairah tetapi tidak dimiliki oleh sahabat yang lain. Abu Hurairah terkenal dengan ingatannya yang kuat. Abu Hurairah dapat mengingat dengan mudah, termasuk semua perkataan dengan terperinci betapa panjangnya. Dan ingatan itu dapat ia pertahankan hingga akhir hayatnya. Subhanallah sungguh kurnia yang patut disyukuri oleh sesiapa yang mendapatnya.

Abu Hurairah sedar bahawa ia amat tertinggal oleh sahabat lain yang sudah masuk Islam lebih dulu. Padahal ia begitu mencinai kebenaran, begitu mencinti Nabi SAW dan begitu mencintai dakwah. Ia ingin memberi andil dalam perjuangan Islam sesuai dengan apa yang ia mampu. Namun, kesempatan berjihad di jalan Allah tidak selalu tersedia, lagipula semua sahabat pun mampu melakukannya. Berinfak di jalan Allah pun tidak selalu dapat ia lakukan kerana ia hanya seorang yang miskin yang tidak mempunyai kebun, ternakan dan perniagaan.

Maka ia memutuskan untuk menjadi jalan dakwah dengan menjadi penyambung dakwah Nabi. Ia akan menyampaikan segala sesuatu yang didengar, dilihat dan difahami dari segala sisi kehidupan Rasulullah SAW.

sumber islampos.com


from Detik Islam http://ift.tt/2uCsYJR
on Leave a Comment

Hakim Paling Adil

Image result for hakim teradil di dunia

Sahabat dunia islam, Secara keseluruhan dalam Al-Quran disebutkan bahawa Sang Khalik telah melantik Nabi SAW sebagai seorang hakim. Pelantikan itu disenaraikan dalam surah An-Nisa '[4] ayat 61, 65, dan 105; surah As-Syura '[42] ayat 15; dan surah An-Nur ayat [24] 51.

Surah An-Nur [24] ayat 51 menunjukkan bahawa kedudukannya sebagai hakim tidak dapat dipisahkan dari kedudukannya sebagai rasul. Beliau bertindak sebagai hakim sekaligus utusan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW diiktiraf sejarah sebagai pengasas undang-undang yang paling besar kerana beliau tidak saja menghakimi kes secara adil dan imparsial, tetapi juga menetapkan asas undang-undang yang universal dan seimbang bagi seluruh umat manusia.

Tentu saja meliputi seluruh aspek kehidupan: perlindungan hidup, harta benda, kehormatan, dan melindungi hak-hak peribadi, sosial, undang-undang, sivil dan beragama setiap individu. Apa pun peranan yang beliau jalankan dalam kapasitinya sebagai penggubal undang-undang merupakan teladan abadi yang menunjukkan kebesaran dan keadilannya bagi seluruh generasi akan datang.

Muhammad SAW menegaskan bahawa undang-undang Allah bersifat universal dalam maslahat dan lingkupnya, imparsial dan adil dalam penerapannya, serta abadi sifatnya. Oleh itu, beliau menekankan bahawa undang-undang tersebut perlu berada di atas seluruh undang-undang dan peraturan buatan manusia.

Rasulullah mengajarkan bahawa seluruh manusia harus memasrahkan, baik secara individu maupun bersama-sama, seluruh hak dan pembuatan undang-undang kepada-Nya. Sebab, manusia tidak diberi hak membuat undang-undang apa pun tanpa kuasa-Nya.

Sebagai manusia, Nabi Muhammad SAW pun tunduk pada kedaulatan Ilahi seperti manusia lain. Kerana itu, beliau tidak mempunyai hak untuk memerintah orang-orang menurut kemahuannya sendiri agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Afzalur Rahman dalam Ensiklopedi Muhammad Sebagai Hakim, menerangkan, dalam menegakkan kedaulatan undang-undang, Nabi SAW selalu merujuk kepada sistem undang-undang bahawa Allah SWT merupakan sumber seluruh undang-undang. Seluruh asas undang-undang Islam adalah bahawa Tuhan sajalah pemegang kedaulatan dan kekuasaan yang sejati, sedangkan manusia bertindak sebagai wakil-Nya atau khalifah-Nya di muka bumi.

Nabi Muhammad dengan jelas telah menggambarkan aspek undang-undang Islam melalui banyak cara. Beliau menegaskan kewajipan umat Islam untuk mematuhi Al-Quran. Kemudian, mengenai kedudukan Sunah di hadapan Al-Quran, Nabi menyatakan, Perintahku tidak boleh membatalkan perintah Allah, namun perintah Allah boleh membatalkan perintahku. "(HR Daruquthni).

Penggubal undang-undang Islam pertama

Di dalam kitab suci Al-Quran terdapat beberapa ayat yang berkaitan dengan masalah hukum. Ayat-ayat tersebut meliputi masalah waris, perkahwinan, mahar, perceraian, gratifikasi (pemberian hadiah), wasiat, jual beli, perlindungan, jaminan dan jenayah.

Namun, di dunia yang sentiasa berubah dan berkembang, beberapa masalah undang-undang ini tidak boleh merangkumi seluruh situasi dan masalah-masalah baru. Oleh itu, Al-Quran telah memerintahkan kepada para penggubal undang-undang di masa depan untuk menyusun hukum-hukum sesuai dengan keperluan masa dan tempat di bawah arahan prinsip-prinsip asas Islam, memastikan semuanya sesuai dengan semangat undang-undang Islam, dan tidak melanggar prinsip-prinsip dasarnya.

Dalam hal ini, Nabi SAW adalah penggubal undang-undang Islam pertama. Beliau menafsirkan undang-undang Al-Quran dan memberikan komentar terhadapnya dan menjelaskan tata cara penerapan Al-Quran ke dalam masalah-masalah praktikal kehidupan. Beliau tidak boleh menukar atau mengubah undang-undang Ilahi mana pun yang terkandung dalam Al-Quran. Beliau bertindak hanya sebagai penafsir dan pengulas, kemudian menerapkannya dalam pelbagai situasi.


from Detik Islam http://ift.tt/2rufI9i
on Leave a Comment

10 Pengajaran Dari Jibril

Image result for langit biru awan putih

Datangnya malaikat yang paling mulia, menemui Nabi yang paling mulia disaksikan para sahabat yang mulia tentulah merupakan hal yang istimewa. Pastinya banyak sekali faidah yang ada di sana. Kali ini kita akan mengambil beberapa faedah tentang ilmu dari kisah tersebut.

Pertemuan yang Istimewa

Datangnya malaikat yang paling mulia, menemui Nabi yang paling mulia disaksikan para sahabat yang mulia tentulah merupakan hal yang istimewa. Pastinya banyak sekali faidah yang ada di sana. Kali ini kita akan mengambil beberapa faidah tentang ilmu dari kisah tersebut.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari sahabat 'Umar bin Khaththab radhiyallahu' anhu, beliau mengisahkan,

بينما نحن جلوس عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب, شديد سواد الشعر, لا يرى عليه أثر السفر, ولا يعرفه منا أحد, فجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه, ووضع كفيه على فخذيه

"Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya di atas pahanya sendiri "(H.R Muslim).

Selanjutnta Jibril bertanya kepada Nabi tentang makna islam, iman, dan ihsan serta perkara tentang hari akhir dan dijawab oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Faedah dari Sebuah Kisah

Dalam kisah datangnya Jibril ini kita boleh mengambil beberapa faedah tentang ilmu:

1. Anjuran untuk aktif menghadiri majlis ilmu.
Tatkala Jibril 'alaihis salam datang, para sahabat sedang duduk bermajelis bersama Nabi shallallahu' alaihi wa sallam. Demikianlah kebiasaan para sahabat. Mereka datang kepada Nabi untuk mendapatkan ilmu dan meminta nasihat kepada beliau. Mereka adalah orang yang semangat untuk mencari ilmu. Hendaknya kita boleh mengambil pelajaran dari kisah ini, dan menjadi motivasi bagi kita untuk aktif mendatangi majelis ilmu. Seseorang tidak akan boleh mendapat ilmu jika tidak datang menghadiri majlis ilmu, sebagaimana perkataan Imam Malik rahimahullah,

العلم يؤتى ولا يأتي

"Ilmu itu didatangi, dia tidak akan datang sendiri."

2. Anjuran bagi para pendakwah untuk aktif mengajarkan ilmu.
Datangnya Jibril 'alaihis salam tujuannya adalah untuk mengajarkan ilmu kepada para sahabat. Kedatangan beliau bukan kerana diminta oleh Nabi dan para sahabat. Demikianlah semestinya seorang dai dan juru dakwah, adakalanya dia harus aktif dan punya inisiatif sendiri untuk mengajarkan ilmu tanpa harus diminta oleh muridnya atau harus menunggu dijemput oleh panitia pengajian.

 3. Memakai pakaian yang bagus ketika menghadiri majlis ilmu.
Jibril 'alaihis salam datang menggunakan pakaian yang sangat putih, yang menunjukkan pakaian yang beliau pakai adalah pakaian yang bersih dan bagus. Baju putih juga adalah warna yang disukai oleh Rasul shalllahu 'alaihi wa sallam. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu' anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ

"Pakailah oleh kalian pakaian yang putih kerana itu termasuk pakaian yang paling baik" (HR. Abu Daud 4061, hasan).

Oleh kerana itu, seyogyanya bagi penuntut ilmu untuk berhias diri dengan pakaian dan penampilan yang baik tatkala akan menghadiri majlis ilmu.

4. Hendaknya murid mengambil kedudukan yang dekat dengan guru.
Dalam kisah tersebut diceritakan,

فجلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه

"Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah"

Jibril meletakkan lutut beliau dengan lutut Nabi. Ini menunjukkan beliau mengambil posisi duduk yamg sangat dekat dan juga menghadap kepada Nabi yang akan menyampaikan ilmu. Dengan posisi demikian beliau boleh menyemak dengan teliti ilmu yang disampaikan dan mendapat faedah yang lengkap. Inilah di antara adab dalam menuntut ilmu, iaitu mengambil posisi yang dekat dengan guru yang akan mengajar ilmu.

5. Fokus dan tumpuan dalam belajar.
Dalam kisah tersebut diceritakan,

ووضع كفيه على فخذيه

"Dan beliau (Jibril) meletakkan tangannya di atas pahanya sendiri"

Tatkala duduk, Jibiril meletakkan kedua tangannya di atas paha beliau sendiri. Ini menunjukkan sikap duduk yang sempurna dan kedudukan yang fokus dalam mempelajari ilmu. Demikianlah seharusnya duduknya penutut ilmu di majlis ilmu. Mengambil posisi duduk yang betul dan sikap yang fokus memberi perhatian kepada guru. Tidak duduk asal-asalan, sibuk berbual sendiri, mengantuk dan tidur, atau bahkan bermain HP saat di majlis ilmu.

6. Kaedah tanya jawab dalam mengajarkan ilmu.
Cara seperti ini adalah di antara kaedah yang berkesan dalam belajar, iaitu berdialog atau tanya jawab sehingga baik yang mengajarkan maupun yang diberi pelajaran sama-sama aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini akan mudah difahami dan juga mudah untuk diingat. Kaedah seperti ini banyak dipraktikkan oleh Nabi shallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis.

7. Boleh bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui dalam rangka mengajarkan ilmu kepada orang lain.
Jibril bertanya kepada Nabi bukan bermakna beliau tidak tahu. Akan tetapi ini dalam rangka pengajaran kepada para sahabat yang hadir pada saat itu. Dengan sebab pertanyaan Jibril, Nabi memberikan banyak penjelasan ilmu tentang islam, iman, ihsan, tanda hari kiamat, dll, sehingga para sahabat yang hadir mendapatkan tambahan ilmu.

8. Anjuran mengucapkan salam ketika menghadiri majlis ilmu.
Dalam riwayat yang lain, disebutkan bahawa Jibril mengucap salam kepada Nabi ketika beliau memasuki majlis. Jibril mengucapkan, "Assalaamu 'alaika Yaa Muhammad", dan Nabi pun menjawab salam tersebut, sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits Abu Hurairah dan Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.

9. Tidak boleh menjawab pertanyaan tanpa dasar ilmu.
Tidak boleh seseorang menjawab soalan tanpa dasar ilmu. Oeh kerana itu jawapan Nabi ketika ditanya tentang kapan terjadinya hari kiamat,

. ما المسؤول عنها بأعلم من السائل

"Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu daripada yang bertanya."

Beliau menjawab demikian kerana memang beliau tidak mengetahui ilmu tentang hal tersebut.

10. Keutamaan dan pentingnya mempelajari dan mendakwahkan aqidah.
Datangnya Jibril kepada Nabi dan disaksikan oleh para sahabat adalah suatu momen yang jarang berlaku dan istimewa. Ilmu yang diajarkan dalam majlis tersebut adalah ilmu tentang pokok-pokok agama Islam iaitu tentang islam, iman, ihsan, dan juga tanda hari kiamat. Ini menunjukkan pengajaran tentang ilmu tersebut adalah sangat penting dan sangat diperlukan oleh umat. Oleh kerana itu para da'i hendaknya menjadikan aqidah sebagai bahan utama dalam dakwah.

Demikian beberapa faidah tentang ilmu yang boleh kita petik dari kisah datangnya Jibril 'alaihis salam. Semoga menambah ilmu dan meningkatkan keimanan kita.

Wallahu a'lam bish shawab. Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad.

sumber muslim.or.id


from Detik Islam http://ift.tt/2rDLdBX
Powered by Blogger.

Total Pageviews

Booking ticket online

mas airline ticket book

About us

Anda mungkin meminati :